Pasca ditemukannya jenazah Kristina Gultom(20) di perladangan warga di Dusun Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, proses penyidikan dilakukan polisi. Jenazah siswi SMK yang ditemukan dalam keadaan bugil itu Senin (5/8) malam dibawa ke Unit Forensik dan Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar.
Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik terhadap jenazah Kristina ditemukan sejumlah tanda -tanda kekerasan di tubuhnya.
Dokter Forensik Dr. Reinhard Hutahaean kepada Newscorner.id menyampaikan ditemukan sejumlah bekas luka dan tandadanya kekerasan seksual pada tubuh korban.
Hal tersebut disampikan olehnya Dr. Reinhard pada selasa (6/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Dokter mengatakan atas kasus tewasnya korban Kristiani br.Gultom pihaknya menemukan Luka memar, luka lecet pada bagian tubuh khususnya bagian depan tubuh korban yang disebabkan oleh kekerasan tumpul dan hanya luka memar dan lecet, tanda kekerasa seksual juga ditemukan pada tubuh korban, sedangkan untuk kematian korban akibat mati lemas.
“Untuk kasus korban atas nama Kristiani br Gultom. Kita temukan Luka memar, luka lecet pada bagian tubuh khususnya di bi bagian depan, memar terutama di wajah.
Lecet di wajah, leher, dada, perut, tangan dan kaki yang disebabkan oleh kekerasan tumpul. Dan adanya tanda kekerasan seksual, menunggu hasil laboratorium. Sedangkan untuk mekanisme kematiannya adalah mati lemas,” Kata Dr. Reinhard Hutahaean.
Lihat postingan ini di Instagram
Terkait infor masi beredar bahwa korban dalam keadaan hamil, dekter menyampaikan bahwa hal tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Hamil atau tidak menunggu hasil lab,” tutup dr Reinhard.(Hendri)




Discussion about this post