ADV— Kota Pematangsiantar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, Kota Pematangsiantar berhasil meraih peringkat ke-4 Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 versi Setara Institute. Capaian ini naik satu tingkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-5 nasional.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam peluncuran Indeks Kota Toleran 2025 oleh Setara Institute di Mangkuluhur ARTOTEL Suites Jakarta, Rabu (22/04/2026). Wali Kota Wesly Silalahi diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematangsiantar, Ir Ali Akbar.
Prestasi ini menjadi hadiah istimewa menjelang Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. Lebih dari sekadar angka dan peringkat, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa sejak 2015 pihaknya melakukan pengukuran praktik toleransi di berbagai kota di Indonesia melalui studi IKT.
“Studi ini dimaksudkan untuk mencatat praktik-praktik baik yang dilakukan oleh elemen-elemen kota, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam soal toleransi, inklusi, dan tata kebinekaan di kota,” ujarnya.
Ia menegaskan, toleransi bukan hanya menyangkut interaksi sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas keamanan dan upaya pencegahan radikalisme.
Dalam daftar IKT 2025, Kota Pematangsiantar berhasil berada di posisi empat besar nasional dengan skor 6,084, di bawah Salatiga, Singkawang, dan Semarang. Prestasi ini menempatkan Pematangsiantar sejajar dengan kota-kota terbaik di Indonesia dalam merawat kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif.
Wali Kota Wesly Silalahi mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat yang selama ini konsisten menjaga semangat persaudaraan dan saling menghormati.
“Ini jadi kado terindah untuk Kota Pematangsiantar. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar yang senantiasa merawat toleransi di kota kita tercinta ini,” ujar Wesly.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Toleransi menjadi salah satu kekuatan kita untuk membangun Kota Pematangsiantar agar semakin Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” katanya.
Di bawah kepemimpinan Wesly Silalahi, Pemerintah Kota Pematangsiantar dinilai mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga Forkopimda. Kondisi tersebut menciptakan ruang sosial yang sehat, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
Apresiasi terhadap capaian tersebut juga datang dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Ketua
MUI Kota Pematangsiantar, HM Ali Lubis. Ia menyebut prestasi itu sebagai hasil kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh unsur masyarakat.
“Alhamdulillah, Kota Pematangsiantar mendapat peringkat empat Kota Toleransi se-Indonesia. Kita naik peringkat dari sebelumnya di peringkat lima. Mudah-mudahan kita di Pematangsiantar ini semakin rukun,” katanya.
Menurut Ali Lubis, masyarakat Pematangsiantar sejak dahulu dikenal hidup damai dan menjunjung tinggi persaudaraan. Dengan suasana yang harmonis, masyarakat dapat beribadah, bekerja, dan menjalani kehidupan sosial dengan nyaman.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal DPD Walubi Kota Pematangsiantar, Chandra Yau. Ia menilai capaian peringkat empat bukan sesuatu yang mudah diraih.
“Naik dari lima ke empat itu tidak mudah, karena daerah-daerah masing-masing berlomba-lomba mencapai hal yang sama,” ujarnya.
Chandra juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Wesly Silalahi dan seluruh jajaran Pemko Pematangsiantar yang dinilai serius menjaga kemajemukan serta memperkuat kebijakan inklusif bagi seluruh umat beragama.
Sementara itu, DPC GAMKI Kota Pematangsiantar menilai keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa toleransi telah menjadi budaya hidup masyarakat Pematangsiantar. Organisasi kepemudaan itu menekankan pentingnya menjaga ruang dialog lintas agama dan memperkuat gerakan sosial bersama demi mempertahankan keharmonisan kota.
Perjalanan Kota Pematangsiantar menuju empat besar nasional juga bukan proses instan. Kota ini pernah berada di peringkat ke-51, kemudian perlahan naik ke posisi 31, 11, 5, hingga kini berhasil menembus peringkat 4 nasional. Tren positif ini menjadi indikator nyata keberhasilan pembangunan sosial yang dilakukan secara konsisten.
Kini, masyarakat berharap prestasi
tersebut terus meningkat hingga suatu saat Kota Pematangsiantar mampu menjadi Kota Toleran nomor satu di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi diyakini mampu membawa Pematangsiantar semakin maju, harmonis, dan menjadi teladan kerukunan bagi daerah lain di Tanah Air.



