Perselisihan yang berujung dugaan penganiayaan di Jalan Singosari, Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, akhirnya berakhir damai.
Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar memilih langkah mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut setelah kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik secara kekeluargaan.
Mediasi berlangsung di Mako Polsek Siantar Utara, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Proses tersebut dipimpin Piket Ka. SPKT Aiptu MJ Hutapea bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Martoba Aipda M. Nurday.
Kapolsek Siantar Utara AKP Nana Sandra, S.H. menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut berawal dari kesalahpahaman pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Perselisihan melibatkan pihak II berinisial EP (51), warga Kelurahan Martoba, dengan pihak I berinisial ES (34), warga Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba.
Dalam kejadian itu, selain dugaan penganiayaan, juga dilaporkan adanya kehilangan satu unit telepon seluler (HP) Samsung Galaxy A04.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, personel Polsek Siantar Utara kemudian mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik agar konflik tidak semakin melebar.
Hasilnya, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian bermaterai yang ditandatangani kedua belah pihak.
Keduanya juga sepakat tidak melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum serta tidak saling melakukan tuntutan di kemudian hari terkait peristiwa yang telah terjadi.
“Dugaan penganiayaan tersebut sudah diselesaikan dengan mediasi karena kedua belah pihak sudah berdamai secara kekeluargaan,” ujar AKP Nana Sandra.
Kapolsek menegaskan, langkah mediasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menghadirkan penyelesaian persoalan secara humanis, sekaligus memperkuat kemitraan dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Polsek Siantar Utara juga mengingatkan masyarakat agar setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan komunikasi, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.


