Memasuki akhir bulan Januari 2020, sejumlah pengerjaan proyek akhir tahun berupa perbaikan drainase di sejumlah titik di Kota Pematangsiantar belum juga rampung. Di mana sisa material dan bekas galian pun masih dibiarkan berserakan.
Kondisi ini pun sangat membahayakan warga dan pengguna jalan kondisi ini terlihat jelas di Jalan Sutomo, tepatnya di depan Rumah Sakit Umumdi Jalan Maluku, Jalan wahidin dan Jalan Sangnaualuh masih banyak material galian tanah proyek tampak menggunung dibiarkan di sepanjang bahu jalan.
Selain jalanan berdebu, gundukan tanah itu sangat membahayakan pengendara roda dua dan roda empat apa lagi batu-batu kerikil yang banyak berserakan di jalan.
Sejumlah warga mengaku kesulitan melintasi dua ruas jalan tersebut, karena perbaikan parit yang hampir memasuki satu bulan lamanya belum juga selesai, meski masa pengerjaannya sudah melampaui tahun anggaran.
Pembangunan drainase oleh Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di sejumlah titik ini pun dinilai menimbulkan kerugian bagi warga.
Budi Siregar, seorang pria yang mengaku tinggal di Jalan Sipirok saat di temui di Jalan Sutomo mengaku sangat dirugikan sebagai pengendara dan pengguna jalan atas kondisi tersebut. Ia pun berharap Pemerintah Kota lebih memprioritaskan pelayanan publik.




Discussion about this post