Rahlan Sanrico Lumbantobing, praktisi masyarakat dari LP3D komentari pembangunan ruang kelas baru SMPN 7 Tarutung senin(18/2/2019)
Menurutnya, pembangunan ruang kelas baru di SMPN 7 Tarutung tahun anggaran 2018 diduga dalam pelaksanan pekerjaan kurang volume.
Kekurangan volume tersebut pada pemgadaan perabotnya (meja dan kursi belajar) ruangan kelas.
Dimana sebutnya sesuai dengan papan nama tertera “Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) beserta perabotnya(3 ruang) dengan anggaran Rp.552.460.499,81
Akan tetapi kenyataan perabot ruangan kelas yang dipenuhi hanya satu kelas yaitu 15 meja dan 30 kursi.
Sebab ini pembangunan ruang kelas yang seharusnya ada fasilitas meja dan kursi untuk belajar murid. Jadi sepertinya janggal ketika ada ruang kelas namun tak ada perabotnya.
“Sangat janggal ketika dibangun ruang kelas tapi perabot meja belajar dan kursi tidak dianggarkan,” ucap Rahlan Sanrico.
Namun untuk memastikan kebenarannya ia katanya akan surati Dinas Pendidikan dan kebudayaan Tapanuli Utara.
Sementara Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara Golfrid Hutagalung ST yang dihubungi melalui ponsel menyebutkan bahwa pelaksanaan Pembangunan RKB SMPN 7 Tarutung sudah sesuai dengan Rencana anggaran biaya.
Terkait dengan penyediaan perabot ruang kelas yang hanya satu set memang itulah kemampuan anggaran yang ada.
Menurut Golfrid tidak ada kekurangan volume dalam “Pembangunan RKB dan Perabotnya(3 ruang) SMPN 7 Tarutung.
(Maju simanungkalit)




Discussion about this post